Mengambil keputusan investasi saham berdasarkan analisa fundamental berbeda dibandingkan dengan analisa teknikal. Mana yang perlu menjadi fokus Anda?

Menggunakan Analisa Teknikal.

Saat menganalisa teknikal, fokus Anda adalah mencari saham berdasarkan hasil prilaku semua investor yang berada di bursa saham. Prilaku yang dilihat adalah berdasarkan sejarah keputusan yang investor lakukan pada hari-hari sebelumnya, beberapa minggu sebelumnya, sampai dengan beberapa bulan/tahun sebelumnya, tergantung jumlah sampling data yang diinginkan. Semakin banyak sampling data yang digunakan, semakin akurat hasil analisanya.

Untuk memudahkan investor mencari data-data teknikal tersebut, gambaran yang paling akurat dapat diperoleh dari pergerakan grafik saham yang dipadukan dengan data-data hasil sampling data berdasarkan berbagai analisa teknikal. Karena banyaknya pendekatan teknikal yang dapat dijadikan acuan, maka masing-masing investor akan cenderung memiliki kesimpulan sendiri-sendiri berdasarkan jenis pendekatan yang diambil.

Menggunakan Analisa Teknikal – Charting

 

Contoh pendekatan analisa teknikal adalah dengan menggunakan rata-rata pergerakan saham (price moving averange), rata-rata jumlah volume perdagangan (volume moving average), pendekatan gelombang elliot (elliot wave theory), candlestick pattern, dll. Prinsipnya semua pendekatan teknikal ini telah menggunakan jumlah sampling data yang cukup banyak, sehingga hasil analisanya dapat dijadikan kesimpulan saat mengambil keputusan investasi.

Hasil analisa teknikal lebih cenderung diukur dari performa grafik histori saham, bukan hanya dari data laporan keuangan suatu perusahaan.

Jika saat ini Anda fokus menganalisa saham berdasarkan teknikalnya, maka Anda akan cenderung untuk menganalisa pergerakan historikal grafik saham yang merupakan representasi dari hasil analisa data fundamental, emosi, ekspektasi, terjemahan rumors & berita, terjemahan keadaaan mikro atau makro ekonomi atau hasil kesimpulan-kesimpulan lain yang dilakukan oleh investor saat mengambil keputusan investasi. Keseluruhan informasi ini dapat diterjemahkan di dalam satu kesatuan di grafik saham.

Jika Anda investor baru yang ingin fokus menganalisa teknikal, maka Anda perlu mendalami teknik charting & perlu keberanian mengambil keputusan investasi berdasaran grafik data yang ditampilkan. Karena banyaknya teknik charting dengan berbagai pendekatan yang dapat dipakai, Anda perlu memilih teknik yang Anda yakini dapat mendukung tujuan investasi Anda.

Menggunakan Analisa Fundamental.

Berbeda jika Anda menggunakan analisa fundamental.

Prinsip menganalisa saham berdasarkan data fundamental cenderung diambil dari data valid yang dikeluarkan perusahaan yang bersangkutan, walaupun terjemahannya juga dapat berbeda tergantung dari tolok ukur, pendekatan, jumlah/segmen data atau lamanya data history yang digunakan.

Basis data analisa fundamental adalah laporan keuangan yang dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan. Datanya berupa hasil kerja & performa dari perusahaan.

Dari data-data tersebut, para investor akan memberikan penilaian berdasarkan hasil data yang diperoleh. Dari hasil analisanya, investor akan menentukan keputusan investasinya.

Hasil analisa fundamental cenderung memiliki bias yang lebih kecil dibandingkan analisa teknikal. Contoh data fundamental dapat berupa besarnya hasil usaha, tingkat keuntungan perusahaan, kemampuan perusahaan mengelola bisnis, besarnya aset suatu perusahaan, dll.

Menggunakan Analisa Fundamental – Laporan Keuangan

 

Saat Anda menganalisa secara fundamental, maka Anda cenderung untuk fokus pada basis data perusahaan. Basis data yang menjadi acuan ini akan selalu sama, yaitu data hasil kinerja dari perusahaan masing-masing. Data ini valid karena setiap perusahaan yang ingin memperdagangkan sahamnya di bursa saham harus memenuhi segala aturan ketat yang dikeluarkan oleh otoritas pengawas bursa dalam hal memberikan informasi data kepada semua investor. Karena perusahaannya publik, maka keterbukaan informasi menjadi sangat penting. Investor tinggal mengolah data yang dikeluarkan perusahaan tersebut untuk menindaklanjutinya guna mengambil keputusan investasi.

Jika Anda investor baru yang ingin fokus membeli saham dengan analisa fundamental, maka Anda perlu secara rutin menyimak bagaimana hasil kinerja perusahaan melalui laporan keuangannya, baik itu dari data Income Statement, Balance Sheet, Cash Flow, Analysis Data Ratio atau data-data lain yang dapat dijadikan patokan dalam mengukur perkembangan suatu perusahaan. Data ini cukup mudah untuk dicari, namun jumlahnya cukup banyak sehingga perlu ekstra waktu & kesabaran dalam menganalisanya. Setiap perusahaan akan mengeluarkan datanya sendiri-sendiri & mereka akan memberikan info perkembangannya setiap kuartal. Akses data yang paling valid & lengkap dapat dilihat pada website perusahaan masing-masing; biasanya melalui menu ‘Investor Relation’. Anda bisa download reportnya secara cuma-cuma.

Sering kali juga berita-berita finansial akan mengupdate data ini secara berkala sesuai dengan press realease yang dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan, namun data ini hanya sebagian kecil dari data kinerjanya. Jika Anda hanya mengandalkan data ini untuk mengambil keputusan, maka gambaran besarnya cenderung menjadi bias. Anda tetap harus fokus pada laporan keuangannya.

Perbedaan mendasar dari hasil analisa fundamental tergantung dari jumlah data yang diolah, pendekatan yang dilakukan oleh masing-masing investor, kalkulasi tertentu yang dianggap dapat memberikan dukungan data/kesimpulan, efektivitas orang-orang yang ada di balik layar setiap perusahaan, dan lain-lain. Intinya, hasil analisanya akan cenderung berbeda dari banyaknya data atau fokus pemilihan data yang digunakan dalam mengambil keputusan investasi.

 

Kedua pendekatan diatas dapat digunakan untuk hasil investasi yang optimal di bursa saham. Menggunakan salah satu pendekatan atau keduanya juga layak untuk dipertimbangkan sebagai bahan masukan.

Di dsp, kedua pendekatan ini kami gunakan sebagai bahan mengambil keputusan investasi. Secara lebih mendetail, kami telah menterjemahkan dalam berbagai tabel data saham untuk memudahkan investor memanfaatkannya. Anda tidak perlu repot mencari data, kami yang mengerjakan untuk Anda.

Penggunakan metode analisa teknikal ataupun fundamental sebaiknya dipilih berdasarkan strategi investasi yang Anda inginkan. Kombinasikan analisa & strateginya sehingga satu dan lainnya menjadi saling mendukung.

” Sebagai contoh, jika saya mengunakan analisa teknikal, fokus saya adalah pada pergerakan histori harga saham & analisa fundamental sebagai analisa tambahan; sebaliknya jika menggunakan analisa fundamental, fokus saya adalah pada hasil kinerja perusahaan & analisa teknikal sebagai masukan tambahan. Dalam hal mengambil keputusan investasi, strategi waktulah yang sangat menentukan kompisisi diantara kedua analisa ini”.

Fokus dsp.

Untuk informasi, beberapa tabel dsp difokuskan pada kombinasi analisa teknikal & fundamental, ada tabel data yang dominan pada analisa teknikal & ada tabel data yang dominan pada analisa fundamental.

“Mengapa kami menyiapkan berbagai pendekatan dalam mempresentasikan tabel data saham?” Karena fokus kami agar setiap investor dapat secara konsisten memperoleh & meningkatkan hasil investasinya di bursa saham dalam jangka panjang.

Video berikut mungkin bisa menjelaskan secara singkat.

 

 

Saran saya, gunakan salah satu atau kombinasi kedua analisa teknikal & fundamental dengan fokus pada hasil pencapaian jangka panjang secara konsisten… bukan jangka pendek.

Jangan pernah membuat kesimpulan karena pencapaian jangka pendek, karena akan membuat Anda kehilangan proses pembelajaran jangka panjang. Hanya waktu yang bisa menilai kinerja investasi Anda, bukan hanya hasil investasi sesaat. Berikan waktu paling sedikit 2-3 tahun untuk melihat bagaimana prilaku Anda berinvestasi di bursa saham.

Dengan menggunakan data dsp, Anda akan terbantu untuk lebih fokus pada bagaimana mengambil keputusan investasi berdasarkan data yang telah disediakan.

Untuk selalu diatas rata-rata.

Salam,

Ngurah Alit

NB: Info layanan dsp

Menganalisa Saham Secara Teknikal & Fundamental
Tagged on: