Jika Anda ingin berinvestasi di bursa saham, membeli & menjual saham adalah perkara yang sangat mudah. Caranya, cukup dengan membuka account di salah satu perusahaan sekuritas terdekat atau yang menurut Anda paling simple digunakan, deposit sejumlah dana & keesokan harinya atau beberapa harinya kemudian bisa langsung trading saham.

Namun, sebenarnya penerapannya tidak sesederhana itu. Intinya diperlukan suatu strategi untuk melakukannya.

Jika caranya sesederhana itu, setiap orang sudah terjun ke bursa saham & perusahaan broker investasi tidak memerlukan energi untuk mengajak orang berinvestasi di bursa saham ūüôā

Setiap perusahaan sekuritas atau analis memiliki sumber data yang kira-kira sama, karena data-data perusahaan yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka dapat diakses oleh siapa saja secara umum. Mungkin akan ada bedanya sedikit (terutama dari waktu kapan mendapatkannya) untuk beberapa informasi yang dipublikasikan.

Biasanya, hal mendasar yang membedakan adalah bagaimana seorang (group) analis menterjemahkan data tadi supaya dapat digunakan dalam mengambil keputusan investasi. Masing-masing teknik & strategi akan mengarahkan investor untuk mengambil 1001 keputusan yang berbeda.

Pertanyaan yang paling umum saya dapatkan adalah mengenai hasil analisa data mana yang paling mudah & valid untuk diterapkan.¬†Pertanyaannya mungkin menjadi sama dengan sistem analisa mana yang paling baik untuk diimplementasikan atau analisa mana yang paling bisa mendatangkan keuntungan optimal… apakah analisa teknikal atau fundamental? Apakah analisa teknikal A atau B?

Sejujurnya, semua data yang telah disiapkan oleh para analis di perusahaan sekuritas atau yang bekerja sama dengan suatu perusahaan sekuritas tertentu, semunya ok. Tidak ada data satu yang lebih baik dari yang lainnya. Hal ini karena pendekatan yang dilakukan oleh setiap analisa berbeda-beda, kaca mata investasinya berbeda.

Maksudnya berbeda adalah mereka menggunakan data yang sama (mungkin hanya jumlah data yang benar-benar dimanfaatkan untuk mengambil keputusan akan sedikit berbeda) atau analisa teknikal dan atau fundamental yang digunakan mungkin menggunakan pendekatan berbeda. Dengan metode analisa yang berbeda, tentu saja akan menghasilkan output data yang berbeda pula.

Namun jika dilihat secara menyeluruh di bursa saham, sebenarnya tujuan akhirnya sama, yaitu guna¬†mendapatkan hasil investasi yang optimal & dapat dipertahankan hasilnya dalam jangka waktu yang lama… dalam pengertian terus menerus.

Saya akui, pada prakteknya, kata ‘terus menerus’ tidak akan pernah terealisasi. Ada saatnya memiliki kinerja yang baik, ada kalanya memiliki kinerja dibawah rata-rata atau cenderung mendatangkan¬†sejumlah kerugian.

Jika Anda saat ini sedang memilih data-data yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan berinvestasi di bursa saham, satu prinsip yang perlu dipegang adalah bahwa setiap analisa harus memilki strategi untuk keluar. Harus memiliki suatu strategi untuk bisa menghitung berapa resiko yang mungkin akan terjadi & berapa tingkat keuntungan wajar yang akan direalisasikan – bahkan sebelum mengambil keputusan beli. Jika data yang Anda pilih/gunakan tidak memiliki strategi keluar, sebaiknya hindari & mencari strategi lain yang betul-betul memperhitungkan segala resiko yang mungkin terjadi.

Mengelola Resiko.

Sebelum Anda benar-benar mengatur strategi membeli saham, Anda perlu menyadari bahwa setiap aktivitas di bursa saham mengandung suatu resiko. Strategi yang perlu dipikirkan adalah bukan menghindarinya atau bahkan menganggapnya tidak ada.

Satu hal yang saya pelajari di bursa saham adalah berusaha untuk memperkecil resiko yang mungkin akan terjadi dan berusaha mengoptimalkan keuntungan yang diperoleh.

Untuk mengelola resiko ini tidak mudah, karena tidak ada orang yang senang dengan suatu resiko yang mungkin akan muncul. Hal ini yang menyebabkan mengapa berinvestasi di bursa saham membutuhkan suatu proses yang cukup lama untuk ‘menyadari’ bahwa resiko investasi itu ada.

Jika kita bertanya pada semua orang, setiap orang akan mengatakan bahwa berinvestasi itu memiliki resiko, namun hanya sangat sedikit orang yang mau mengakui & menerapkannya. Hal ini pula yang menyebabkan investasi menjadi sulit, rumit & tidak mudah diterapkan.

Intinya pengelolaan resiko adalah sepenuhnya tanggung jawab setiap investor.

Bagaimana Sebaiknya Mempersiapkan Strategi Membeli Saham?

OnlineTrading
Ilustrasi Online Trading

Konsep yang saat ini saya kembangkan di dsp adalah membeli/menjual saham dengan menggunakan suatu aturan/metode yang ketat. Karena dengan cara seperti ini, Anda dan saya sebagai investor lebih tidak terdistorsi dengan berbagai macam ‘godaan investasi’ yang berpotensi memperbesar resiko investasi; seperti membeli/menjual saham dengan emosi, dengan perkiraan, dengan feeling… dsb, ¬†mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan rumors, menterjemahkan setiap pergerakan harga saham sebagai suatu peluang memperoleh keuntungan sesaat tanpa memperhitungkan resiko, dsb.

Metode yang saya kembangkan ini semuanya mengacu pada pengelolaan resiko & keinginan untuk memperoleh suatu profit yang wajar/optimal.

Harapan saya, dengan menerapkan suatu metode investasi tertentu, setiap investor dapat melangkah & mengerti setiap keputusan investasi yang dibuatnya.

Metode ini bukan satu-satunya metode yang ada. Sangat banyak metode lain. Point saya, pilih suatu metode yang sejalan dengan tujuan investasi Anda & jangan memaksakan suatu metode tertentu jika tidak sejalan dengan tujuan investasi Anda. Setiap investor pada akhirnya akan memiliki ritme investasi sendiri.

Untuk mengingatkan saja, 5 aturan yang saya kembangkan di dsp adalah:

  1. Beli saham hanya pada saat bursa Uptrend. Tujuan utama dari membeli saham adalah untuk memperoleh keuntungan wajar saat harga saham yang dipilih mengalami kenaikan, sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan investasi (capital gain). Saat bursa uptrend, 70% s/d 80% saham akan mengikuti kemana arah bursa berjalan. Hal ini yang melandasi mengapa dsp hanya menyarankan membeli saham saat bursa uptrend.
  2. Beli saham pada area harga beli yang didukung pada sektor yang sedang mengalami permintaan besar dengan dukungan fundamental yang baik. Membeli saham pada area beli (breakout point/pivot point) adalah salah satu strategi untuk mengenali resiko pergerakan harga saham. Salah satu keuntungan menggunakan metode ini adalah secara teknikal investor sudah dapat menterjemahkan kira-kira resiko yang mungkin akan terjadi. Sedangkan secara fundamental investor dapat menganalisa fundamental perusahaan yang ingin dibeli sebagai konfirmasi keputusan investasi.
  3. Beli saham yang memiliki tingkat likuiditas baik. Semakin tinggi likuiditas perdagangan suatu saham tertentu, saham tersebut akan memiliki kecenderungan pergerakan harga yang ketat dan tidak terlalu fluktuatif. Disatu sisi, pergerakan harganya menjadi lebih lambat, namun resikonya lebih dapat diukur. Tujuan utama dari strategi ini adalah agar investor hanya fokus pada saham-saham yang ‘sehat’ saja.
  4. Gunakan aturan cut loss 7%-8% dengan disiplin. Strategi ini yang membutuhkan waktu lama (bahkan sampai beberapa tahun) untuk benar-benar menerapkannya, karena secara emosi sulit untuk diimplementasikan. Siapa yang secara sadar mau mengakui bahwa investasinya mengalami kerugian? Prinsip saya, jika kita tidak bersedia mempersiapkan resiko kerugian yang mungkin akan terjadi saat berinvestasi saham, berarti kita belum siap investasi di bursa saham. Sebaiknya kita perlu mencari alternatif investasi lain.
  5. Tentukan goal keluar & fokus pada saham yang memiliki potensi kenaikan besar. ‘Besar’ bukan berarti sebesar-besarnya. Pengertian disini adalah Anda dan saya perlu memberikan suatu target atau angka yang wajar untuk take profit. Jika profit yang didapat sudah sesuai dengan tujuan awal, jangan tergoda untuk menyesali saham yang harganya terus naik setelah keputusan take profit dilakukan. Investasi adalah intinya mengatur & mengelola emosi pribadi.

Untuk lebih detail, saya telah menyiapkan artikel mengenai penerapan strategi ini. Silahkan simak link berikut.

 

Semua hal diatas perlu Anda pertimbangkan sebelum berinvestasi. Anda perlu mencari suatu metode yang sejalan dengan goals investasi Anda.

Anda bisa menggunakan data & strategi dsp atau strategi lainnya. Semuanya Anda yang perlu memutuskannya.

Satu hal yang selalu saya sarankan adalah Anda perlu memberikan ruang/waktu untuk melihat strategi yang Anda gunakan berjalan. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Umumnya strategi yang dipilih mulai bisa terlihat berjalan setelah 6 bulan sampai 1 tahun.

Hal kedua yang penting adalah Anda perlu memastikan bahwa strategi yang dipilih cukup sederhana untuk diimplementasikan, mudah diingat sampai alam bawah sadar dan bisa berjalan konsisten dengan dinamika pergerakan bursa saham.

 

Jika Anda ingin mengambil keputusan menggunakan strategi dsp, tahap-tahap yang saya sarankan adalah:

  1. Coba layanan free trial layanan Premium selama 14 hari (mungkin kebanyakan dari Anda sudah/masih didalamnya). Pada layanan ini, saya telah mempersiapkan bebeapa tutorial agar Anda dapat menerapkan strategi dsp dengan optimal.
  2. Jika selama 14 hari tersebut Anda merasa bahwa layanan dsp cocok dengan prinsip investasi Anda, silahkan lanjutkan pada layanan data yang telah disiapkan. Untuk info, silahkan kunjungi link berikut guna mempelajari layanan data yang telah dipersiapkan untuk Anda.
  3. Patikan untuk menerapkan strategi yang disarankan dsp. Ikuti prosesnya, buat beberapa keputusan investasi untuk menambah pengalaman & lakukan berulang-ulang.
  4. Setelah 6-12 bulan, lihat hasilnya. Bandingkan dengan goals pribadi Anda. Jika kinerja investasi Anda cukup baik, Anda dapat melanjutkan layanan dsp. Jika menurut Anda hasilnya kurang optimal, mungkin data dsp tidak sejalan dengan prinsip investasi Anda. Anda perlu mencari alternatif strategi lainnya.

 

Selamat berinvestasi & semoga bermanfaat,

Ngurah Alit

Mempersiapkan Strategi Membeli Saham
Tagged on: