Saat Anda memutuskan berinvestasi di bursa saham untuk memperoleh hasil yang optimal, Anda perlu menyelaraskan data investasi sebagai landasan mengambil keputusan investasi dengan metode investasi yang Anda gunakan.

Ilustrasi: Ikut Yuk!

Sinkronisasi diantara keduanya sangat penting.

Kebanyakan investor akan mulai investasi dengan cara mengikuti rekan, teman atau saudara yang telah berinvestasi terlebih dahulu tanpa memikirkan apakah ritme investasi yang mereka lakukan sama dengan tujuan investasi Anda. Dengan pola investasi seperti ini, saya telah banyak sekali melihat investor yang memutuskan berhenti di tengah jalan hanya karena hasilnya tidak optimal.

Padahal investasi di bursa membutuhkan waktu jangka panjang & konsistensi dalam implementasinya. Sama halnya dengan bisnis. Suatu bisnis tidak akan mungkin berjalan jika hanya dicoba untuk satu dua bulan atau satu dua tahun… dan berhenti jika hasilnya tidak memuaskan Anda.

Tidak mengherankan mengapa – seperti yang rutin dipaparkan oleh otoritas bursa saham Indonesia – jumlah investor yang aktif tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan total jumlah investor yang terdaftar dalam SID. Anda bisa cek jumlah perkembangan data pastinya di website BEI guna mendapatkan gambaran.

Saya juga banyak sekali mendapatkan case seperti diatas, baik itu investor pemula yang baru mulai investasi, yang sudah cukup lama (atau bahkan yang sudah lama sekali) atau investor yang sudah berada pada situasi yang sulit untuk melepaskan kebiasaan investasinya karena sudah ‘terbiasa’ dengan ritme investasinya… padahal mereka tidak puas dengan hasil investasinya. Atau bahkan… orang yang baru mau mulai investasi (ya… belum pernah sama sekali, belum memahami, belum mengenal resikonya, dst), memutuskan untuk langsung action… mengharapkan dapatk profit besar. Saya juga mau kalau bisa.

New Investors say, “I want an investment that offers a high return with no risk.”
Expert say, “Me too!”
“The Lies About Money” – Ric Edelman.

Tujuan artikel ini saya tulis untuk memastikan Anda memilih data investasi dengan benar & implementasinya sejalan dengan data yang Anda pilih. Sekali lagi… ini sangat penting.

Setiap keputusan investasi pasti mengandung resiko, yang menjadi tantangannya adalah bagaimana Anda & saya mengendalikan resikonya & tetap konsisten menjaga rasio antara kemungkinan resiko akan terjadi dengan kemungkinan keuntungan yang diperoleh.

Yuk kita bicarakan apa yang mungkin Anda inginkan saat berinvestasi di bursa saham.

Pada artikel & video ini saya hanya membicarakan 2 produk investasi yang umum di bursa saham Indonesia. Silahkan menyimak video berikut dan atau artikel selanjutnya.

Memilih Data & Menyesuaikan Strategi Investasi.

 

Kita lanjutkan artikelnya…

Pilih Metode Investasi Anda

Pilihan Pertama.

Investasi melalui produk investasi reksadana.

Ilustrasi Produk Investasi

Anda ingin (sudah) berinvestasi di bursa saham, tapi tidak ingin meluangkan waktu atau tidak merasa memiliki keahlian untuk berinvestasi langsung di bursa saham, maka mungkin Anda akan memilih berinvestasi melalui reksadana. Produk reksadana sangat banyak & bervariasi; dan akan terus berkembang karena ‘rasa tidak memiliki waktu untuk berinvestasi‘, ‘rasa tidak memiliki kompetensi berinvestasi‘ & banyaknya peluang yang ada di bursa saham, yang membuat perusahaan-perusahaan investasi akan mengeluarkan produk investasi untuk ditawarkan kepada Anda. Karena apa yang mereka ketahui & Anda ketahui jauh berbeda dan perusahaan tersebut akan dengan senang hati membantu Anda.

Prinsip dari produk reksadana adalah Anda menitipkan & mempercayakan alokasi dana investasi Anda kepada pihak ketiga untuk mengelolanya.

Tidak ada salahnya berinvestasi lewat produk reksadana – saya sendiri menyarankan orang berinvestasi melalui reksadana. Perlu Anda ketahui, produk investasi reksadana akan membutuhkan biaya tambahan akibat Anda meminta pihak ketiga untuk mengelolanya. Perusahaan investasi pun akan senang membantu Anda; tentunya dengan fee management untuk menjalankan bisnisnya 🙂 Fair kan?

Jika pilihan investasi Anda adalah melalui reksadana, maka Anda tidak membutuhkan data-data analisa saham untuk mengambil keputusan investasi. Fokus Anda adalah memilih perusahaan yang kredibel sehingga Anda percaya dana investasi Anda tidak hilang & berkembang dengan baik.

Anda dapat mengakses Program Guide to Investing (G2I) untuk berinvestasi di bursa saham: https://www.dailystockprice.net/data/index.php/g2i-intro

Dengan program yang sudah saya siapkan, saya harapkan Anda dapat mulai berinvestasi di reksadana dengan segera.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi/mengurangi management fee yang dibebankan kepada Anda oleh perusahaan pengelola investasi reksadana dalam jangka panjang, sebaiknya Anda mulai memikirkan investasi langsung di bursa saham tanpa melalui produk reksadana.

Mulailah dengan dengan alokasi misalnya 10% dari total dana investasi Anda. Saran: sebagai petimbangan mengapa saya menyarankan hal ini, coba sekali-sekali Anda hitung berapa potensi dana management fee yang kemungkinan dibebankan kepada Anda dalam 10 tahun atau 20 tahun kedepan. Saya yakin Anda akan cukup kaget dengan hasil perhitungannya. Saya sudah melakukannya berkali-kali untuk memastikan perhitungannya benar. Sekarang, saya mendorong Anda untuk melakukan ini sehingga memiliki perspektif yang lebih luas.

Pilihan Kedua.

Investasi langsung beli/jual saham di bursa saham.

Pada saat Anda memutuskan untuk (sudah) berinvestasi di bursa saham, Anda perlu memikirkan sumber data yang cocok dengan tujuan investasi Anda. Hal ini akhirnya akan menyesuaikan strategi/metode investasi Anda.

Pada prinsipnya investasi di bursa saham butuh rentang waktu jangka panjang, hanya strategi penerapannya yang dapat diatur untuk ritme jangka waktu sangat pendek, pendek, menengah & panjang.

Dua analisa data yang diperlukan dalam penerapannya: analisa fundamental & analisa teknikal.

PENTING: semakin panjang strategi investasi Anda, kebutuhan data analisa fundamental harus semakin besar.

Umumnya pemilihan strategi waktu trading diatas akan terpengaruh dari profil pribadi atau profil toleransi resiko Anda masing-masing.

 

STRATEGI JANGKA PANJANG.

Strategi Jangka Panjang

Dengan strategi jangka panjang, ritme investasi Anda akan cenderung melambat. Aktivitas beli/jual saham yang Anda terapkan akan semakin melambat. Jumlah waktu yang Anda butuhkan untuk trading beli/jual saham akan cenderung semakin sedikit. Tingkat keterlibatan emosi Anda di bursa saham akan semakin kecil. Ketenangan pikiran Anda dalam berinvestasi di bursa saham juga akan semakin terkontrol.

Untuk dapat mencapai kondisi diatas dalam menerapkan strategi jangka panjang, Anda harus fokus pada analisa fundamental. Semakin lama rencana Anda berinvestasi di perusahaan tertentu, semakin perlu fokus analisa fundamental. Seperti halnya seperti Anda ingin membangun gedung tinggi. Semakin tinggi rencana gedungnya, semakin dalam pondasinya.

Pertimbangan.

[FOKUS MEMBELI SAHAM] Fokus utama Anda adalah analisa fundamental, saran saya setidaknya 80% energi Anda terfokus pada analisa data berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang akan menjadi target investasi Anda. Tiga analisa laporan keuangan yang perlu Anda telusuri adalah analisa Income Statement, analisa Balance Sheet & analisa Cash Flow.

[FOKUS MENJUAL SAHAM] Menjual saham sesuai dengan goals investasi Anda.

Misalnya setiap saham yang Anda beli, jika sudah mendapatkan profit min 30%, maka Anda akan mencari saham potensial lainnya untuk menjadi target beli berikutnya. Target besarnya keuntungan, Anda yang menententukan. Beberapa saham mungkin memiliki goals jual yang berbeda, misalnya 50%, 100% atau lebih. Waktunya tidak menjadi masalah.

Jika fundamentalnya tetap solid & kondisi bursa masih sangat mendukung, Anda dapat tetap memiliki saham tersebut, sehingga hasil investasi berupa dividen & capital gain menjadi terakumulasi. Keuntungan dari meminimalkan fee investasi berupa pajak & fee trading dari aktivitas beli/jual Anda juga akan menjadi ‘bonus’ tersendiri. Pada saham-saham tertentu, mungkin goals Anda adalah memiliki saham tersebut selamanya… selama perusahaan tersebut tetap ada & menguntungkan. Dengan kata lain Anda tidak berencana menjualnya.

[RESIKO] Resiko utama Anda adalah waktu & jika perusahaan yang Anda beli mengalami penurunan kinerja setelah Anda membelinya.

Anda juga perlu memiliki data sebagai antisipasi perusahaan yang akan Anda beli sedang dalam proses kemundurannya. Anda dan saya perlu memastikan perusahaan yang ingin dibeli untuk jangka panjang akan tetap ada & tetap memiliki performa baik (satu dua kali kemunduran adalah wajar, tapi jangan terus-terusan). Jangan beresiko membeli perusahaan yang kemungkinan akan bangkrut 🙁

Beberapa dari Anda mungkin akan menganggap fluktuasi harga saham harian akan menjadi bagian resiko, namun sebenarnya tidak. Hal ini adalah bagian dari ritme supply & demand yang terjadi di bursa saham. Semua saham mengalaminya.

Case Study. Anda akan mungkin mengalami penurunan harga saham setelah mengambil keputusan beli, padahal perusahaannya memiliki fundamental baik. Saham yang Anda beli mungkin saja turun harganya 20%, 30% dst. Jika fundamentalnya masih dalam kondisi baik, paradigma Anda harus berbeda dari kebanyakan investor saham. Anda mungkin perlu melihat penurunan saham sebagai peluang untuk membeli saham tersebut dengan harga yang lebih murah. Hal ini yang membuat mengapa pengambilan keputusan investasi saat pertama memilih saham sangat penting mengutamakan analisa fundamental yang tepat. Anda hanya ‘menabung’ saham pada perusahaan yang memiliki fundamental baik.

Jika Anda memilih strategi ini, pastikan sumber data yang dipilih dapat mendukung.

Jika Anda ingin menggunakan data dsp, pilihannya adalah Tabel Data Nabung Saham & Tabel Data Fundamental.

Komposisi analisa Data Nabung Saham adalah 80 % analisa fundamental & 20% analisa teknikal. Data dikemas hanya dalam 1 tabel, sehingga Anda dapat mengambil keputusan investasi dengan praktis. Info: https://www.id.dailystockprice.net/menabung-saham

Komposisi analisa Tabel Data Fundemental adalah 95% analisa fundamental, termasuk didalamnya analisa data Income Statement, Balance Sheet & Cash Flow. Juga ditampilkan beberapa indikator tambahan yang dapat membantu Anda mengambil keputusan investasi. Bedanya dengan Tabel Data Nabung Saham adalah data yang ditampilkan lebih kompleks & lebih banyak, sehingga Anda yang mengerti pentingnya data fundemental dapat mengambil keputusan dari banyak pendekatan. Info: https://www.id.dailystockprice.net/fundamental-data

 

Ide Menerapkan Konsep Nabung Saham, Strategi Jangka Panjang.

Jika Anda memutuskan untuk investasi di bursa saham untuk jangka panjang, video berikut dapat memberikan ide.

 

STRATEGI JANGKA PENDEK/MENENGAH/PANJANG.

Strategi Jangka Pendek/Menengah/Panjang

Menggunakan strategi investasi ini sangat tergantung pada arah bursa saham (market directions). Umumnya pergerakan arah bursa saham mengikuti trend naik. mendatar atau menurun. Setiap trend bursa membutuhkan penanganan yang berbeda. Butuh penyesuaian strategi yang berbeda.

Dengan strategi investasi ini, prilaku trading Anda akan secara berkala mengalami perubahan. Ada saat Anda beli/jual saham jangka pendek (yang pasti tidak day trading), ada kalanya trading jangka menengah (1-2 bulan atau beberapa bulan… jarang hingga 1 tahun) & ada kalanya trading jangka panjang, terutama jika Anda menemukan saham yang memiliki momentum baik dan bertahan jangka panjang (biasanya sekitar 18 bulan sampai 2 tahun atau lebih).

Strategi & penyesuaian strategi ini perlu diatur, diantisipasi, dan perlu analisa berdasarkan kondisi bursa saham. Disinilah dsp berperan untuk memberikan Anda data, analisa data & strategi penerapan secara reguler dan terus menerus.

Pertimbangan.

[FOKUS MEMBELI SAHAM] Anda perlu mencari momentum yang tepat untuk membeli saham, perlu mencari harga yang tepat untuk mendapatkan kenaikan harga saham yang optimal.

[FOKUS MENJUAL SAHAM] Menjual saham saat kemungkinan kenaikan momentumnya sudah melambat. Saham umumnya tidak akan bergerak naik terus menerus – akan ada masa konsolidasi. Idealnya saat konsolidasi Anda menjual saham tersebut & mencari saham lain yang momentumnya sedang baik & (mungkin) nanti kembali lagi membeli saham yang sama dikemudian hari saat saham tersebut momentumnya kembali baik. Namun dengan pendekatan strategi ini tidak disarankan day trading.

[RESIKO] Anda perlu mencari cara untuk dapat mengatur komposisi berapa keuntungan yang diperoleh dengan kemungkinan resiko yang mungkin akan terjadi. Rasio antara kemungkinan untuk gagal dan berhasil harus diatur sedemikian rupa sehingga dalam jangka panjang Anda memperoleh keuntungan investasi yang diinginkan.

Jika Anda memilih strategi ini, pastikan sumber data yang dipilih dapat mendukung.

Jika Anda ingin menggunakan data dsp dan menggunakan metode dsp dalam menerapkannya, pilihannya adalah Tabel Data Professional. 

Dengan menggunakan Tabel Professional, kompisisi analisa fundamental adalah sekitar 30%-40% dan sisanya analisa teknikal.

Informasi Tabel Data Professional: https://dailystockprice.net/data/index.php/informasi-paket-professional

 

STRATEGI JANGKA SANGAT PENDEK/PENDEK.

Strategi Jangka Sangat Pendek/Pendek

Menggunakan strategi ini berarti kemungkinan Anda lebih suka mengambil keputusan investasi berdasarkan konsep day trading – beli/jual saham dalam 1 hari atau tidak lebih dari 1 minggu. Beberapa investor bisa melakukannya lebih lama, namun sangat jarang investor memilik suatu saham tertentu lebih dari 1-3 bulan.

Kecenderungan trading Anda adalah bersifat intens, cepat & berusaha mengakumulasi keuntungan dalam waktu singkat.

Umumnya dengan strategi ini, investor jarang sekali melihat data fundamental. Fokus utamanya adalah data analisa teknikal.

Beberapa dari Anda mungkin fokus hanya memilih saham yang baik fundamentalnya, namun dalam pengambilan keputusan beli/jual tetap mengacu pada data analisa teknikal. Tetap melakukan trading dalam rentang waktu singkat.

Pertimbangan.

[FOKUS MEMBELI/MENJUAL SAHAM] Saya gabung fokusnya, karena ritme investasinya juga cepat 🙂 Beli/jual saham akan dilakukan dalam rentang waktu singkat. Umumnya emosi lebih berperan dibanding dengan data. Rumors/berita sangat mempengaruhi ritme trading investasi. Situasi ekonomi/politik akan menjadi faktor pemicu yang besar dalam mengambil keputusan investasi.

[RESIKO] Karena fokus pemilihan saham tidak fokus pada data fundamental, maka konsep Anda membeli saham adalah bukan konsep membeli perusahaan yang berada dibaliknya. Hal ini menjadi resiko, karena mungkin saja perusahaan yang dibeli adalah bukan perusahaan berkinerja baik.

Seperti yang saya kemukakan sebelumnya, beberapa dari Anda – untuk mengurangi resiko investasi – akan fokus melakukan trading untuk saham-saham yang memiliki fundamental baik, namun keputusan trading tetap jangka pendek. Ritmenya tetap cepat.

Emosi akan semakin berperan, fluktuasi harga saham harian menjadi sangat penting bagi Anda. Resiko utama saat beli/jual saham adalah menurunnya/kehilangan dana investasi. Namun disisi lain keuntungan investasi dapat menjadi besar karena fluktuasi harga saham jangka pendek.

Jika Anda memilih menggunakan strategi ini, keahlian Anda dibidang analisa teknikal harus baik, guna mencari semua kesempatan atau kemungkinan yang ada. Anda perlu bersedia meluangkan waktu lebih banyak untuk memantau investasi Anda. Sering kali data dianggap sering kadaluarsa, Sebenarnya bukan data yang kadaluarsa, namun situasinya yang kadaluarsa. Beritanya yang sudah tidak relevan.

Jika Anda memilih strategi ini, pastikan sumber data yang dipilih dapat mendukung.

Jika Anda ingin menggunakan data dsp, pilihannya adalah Tabel Data Advance-100 atau Tabel Data Fundamental. 

Info Data Advance-100: https://dailystockprice.net/data/index.php/informasi-paket-advance

Info Data Fundamental: https://www.id.dailystockprice.net/fundamental-data

Tabel fundamental hanya diperuntukkan bagi Anda yang ingin fokus trading saham jangka pendek pada saham perusahaan yang berfundamental baik atau ingin memanfaatkan momentum musim laporan keuangan yang sering kali membuat harga saham melonjak dalam tempo singkat.

 

STRATEGI KOMBINASI.

Sering kali tidak semua dari Anda hanya ingin memiliki 1 strategi saja untuk kepentingan tujuan investasi Anda. Anda bisa saja mengkombinasikan strategi-strategi diatas, namun mohon cermati resikonya, untung ruginya bagi Anda.

Bisa saja Anda mengatur komposisi dana kelolaan investasi Anda untuk strategi investasi yang berbeda. Misalnya 20% jangka pendek & 80% jangka panjang, mamun hal ini tentunya membutuhkan waktu, tenaga & penanganan yang berbeda.

Jika Anda merasa semangat & menikmati proses beli/jual saham, ingin tetap aktif mencari peluang terbaik di bursa saham dan memang tetap ingin memanfaatkan peluang berdasarkan trend bursa saham, mungkin komposisi 50% jangka pendek/menengah/panjang & 50% pangka panjang akan ccocok untuk Anda.

Tentunya Anda akan membutuhkan komposisi data yang berbeda juga. Butuh tambahan waktu untuk aktivitas investasi & proses belajar mendapatkan pengalaman investasi.

Kombinasi Paket Data Professional & Paket Data Nabung Saham atau Paket Data Professional & Paket Data Fundamental dapat menjadi pilihan.

 

KESIMPULAN.

  • Penting sekali Anda tepat memilih data & menggunakannya sesuai dengan strateginya.
  • Metode/strategi investasi yang Anda pilih pada akhirnya akan mengikuti toleransi resiko Anda dan profil pribadi Anda.
  • Strategi Anda mungkin saja berubah suatu waktu & mungkin membutuhkan sumber data yang berbeda, namun komitmen investasi jangka panjang harus tetap konsisten. Investasi di bursa saham bukan untuk 1 atau 2 tahun saja, tetapkan dari sekarang Anda ingin tetap berada di bursa saham sebagai bagian dari rencana besar finansial Anda & keluarga.
  • Resiko investasi pasti ada. Kemungkinan Anda mengalami kemunduran pasti ada. Hal yang terpenting adalah Anda tetap bergerak maju. Setiap metode/strategi memiliki resikonya masing-masing, sesuaikan dengan goals besar Anda.
  • Jika Anda merasa strategi & sumber data yang digunakan tidak mendapatkan hasil investasi yang optimal, jangan menyalahkan strategi & sumber datanya. Perbaiki & tetap bergerak maju.
  • Bagi Anda yang sudah lama berinvestasi di bursa saham, tidak ada kata terlambat untuk mulai meluruskan strategi Anda. Bagi Anda yang baru mulai, inilah saatnya merencanakan semuanya dengan benar. Dalam berinvestasi, teman terbaik Anda adalah waktu.
  • Bukan banyaknya uang yang penting, namun yang jauh lebih penting adalah keputusan terhadap komitmen jangka panjang. Uang sebagai alat investasi, jika Anda merasa sekarang bukan saatnya investasi karena belum ada alokasi dananya, sebaiknya Anda mulai berpikir untuk mencarinya khusus untuk alokasi dana investasi. Investasi untuk semua orang… tanpa kecuali.

 

Mudah-mudah artikel ini membantu Anda mencari & memilih data saham serta menerapkan strategi yang Anda inginkan.

Untuk selalu diatas rata-rata,

Ngurah Alit

ngurahalit@dailystockprice.net

 

Memilih Analisa Data Saham Untuk Tujuan Investasi Anda