Case Study.

Saya menulis artikel ini pada tanggal 14 Januari 2016. Ada kejadian bom di Sarinah Thamrin, Jakarta.

Jika Anda membaca tidak lama setelah artikel ini dipublikasikan, maka kejadiannya masih akan teringat & Anda mengetahui apa yang terjadi di bursa saham pada saat ini. Intinya bursa saham meresponse dengan penurunan yang cukup tajam. Awalnya.

Cukup banyak orang yang memiliki opini yang berbeda-beda. Pemerintah & Otoritas Jasa Keuangan juga mengerluarkan imbauan untuk menjernihkan situasi. Bank Indonesia juga mengambil keputusan untuk menurunkan BI rate sebesar 25 basis poin yang tentunya bukan hanya berdasarkan kejadian satu saat saja, namun lebih pada mengevaluasi berdasarkan kondisi ekomomi makro. Rupiah meresponse positif. Pada akhir perdagangan, bursa saham kembali menunjukkan penguatannya.

Jika dilihat dari bursa saham international (khususnya Amerika), indeks saham di US Market sebelumnya mengalami penurunan yang tajam. NASDAQ jatuh lebih dari 3%, S&P 500 jatuh 2.5%. Jika dilihat dari trend bursanya, US Market sudah mulai menglami tekanan sejak awal Desember 2015.

Dari record dsp, bursa saham Indonesia juga dalam posisi Under Pressure (mengalami tekanan jual sejak tanggal 8 Desember 2015), yang sebelumnya mengalami konfirmasi uptrend awal bulan Oktober 2015.

Bursa Saham IDX
Ilustrasi Bursa Saham IDX

Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini?

Saya sarankan jangan melihat & mengambil kesimpulan hanya dari kejadian atau berita sesaat. Kesimpulan perlu diambil dengan cara melihat trend perkembangan bursa yang melibatkan banyak faktor, baik itu dari segi ekonomi, politik atau kejadian-kejadian yang menyebabkan investor mengambil kesimpulan dalam tindakan investasinya.

Namun perlu diingat, kita sebagai investor individu perlu lebih jauh memilah informasinya. Tidak semua informasi bisa diambil untuk dijadikan bahan keputusan investasi. Kita perlu fokus pada informasi yang skalanya mempengaruhi sebagian besar investor.

Bagaimana cara memilahnya?

Salah satunya adalah dengan cara fokus pada aturan 80:20. Pada setiap kejadian, hanya 20% saja kejadian yang akan menggerakkan kondisi bursa saham. Dua puluh persennya dikendalikan oleh investor institusi besar yang mengambil kesimpulan terhadap suatu kejadian tertentu. Jadi yang membat kesimpulan adalah bukan berita, rumors atau trending di sosial media.

Mengapa investor institusi sangat penting untuk diamati?

Sederhananya, mereka perlu mengambil keputusan bukan hanya karena kejadian suatu saat. Perusahaan institusi besar akan mengambil keputusan investasi berdasarkan analisa yang mendalam terhadap suatu produk investasi atau berdasarkan kejadian lainnya yang mereka yakini akan memberikan dampak jangka menengah atau panjang.

Intinya mereka tidak akan mengambil keputusan karena kejadian sesaat. Disamping itu, keputusan mereka akan menggerakkan sebagaian besar uang yang beredar di bursa saham, yang dalam banyak kasus akan mempengaruhi trend bursa saham.

Hasil analisanya akan terlihat dari keputusan mereka membeli atau menjual produk investasi. Ujung dari keputusan tersebut akan dipresentasikan dalam jumlah dana yang mengalir pada institusi besar tersebut.

Dengan mengamati ‘kemana uang dalam jumlah besar tersebut mengalir’, akan memberikan suatu ide mengenai kemana dan bagaimana sebenarnya investor besar berpikir tanpa kita perlu menganalisa, terpengaruh & mengambil kesimpulan dari kejadian sesaat.

Hal inilah yang menjadi salah satu dasar kesimpulan dari tabel Market Directions di dsp dan kami memiliki suatu ekspektasi tertentu dalam hal berinvestasi di bursa saham.

 

Jika Anda membaca artikel ini setahun dari sekarang atau lebih…

Kejadian yang mirip dengan hari ini akan terus berulang. Jangan melihat dari kejadian bomnya, lihat dari kemungkinan kejadian dari sisi positif atau negatif. Kemudian ambil kesimpulan hanya berdasarkan pada data yang cukup, bukan pada opini, berita atau emosi sesaat.

Sampai dengan saat ini, saya telah mengamati bursa saham lebih dari 10 tahun dan kejadian seperti ini terus berulang… dan akan terus berulang. Hanya saja situasi, nama, tempat & kondisinya saja yang berbeda.

 

Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu Anda untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Ngurah Alit @dsp

 

 

Fokus Pada Data Kejadian di Bursa Saham, Bukan Pada Berita Sesaat
Tagged on: