Case Study.

Jika Anda terus menyimak trend arah bursa melalui tabel Market Directions, pada tanggal 27 Januari 2016 bursa saham melanjutkan penguatannya (uptrend continue).

Market Uptrend dailystockprice
Ilustrasi Market Uptrend – dailystockprice

Bagaimana menyiasati trend kali ini?

Sebenarnya saat ini ada dua sisi besar yang dapat menjadi bahan pertimbangan, yaitu bagaimana investor menyikapi dan berinvestasi dari hasil data supply & demand di bursa IDX sendiri dan bagaimana kejadian bursa saham secara regional/global.

Saat artikel ini saya tulis, bursa saham China, Nikkei, Hang Seng & US sedang dalam posisi pelemahannya (downtrend) dan fluktuasi perdagangan harian cukup lebar dengan tarik menarik supply & demand hariannya juga cukup lebar. Pada kondisi seperti ini umumnya investor jangka pendek memiliki peluang 50:50 dengan keharusan untuk menyimak perkembangan bursa saham harian secara ketat.

Sedangkan bursa saham Indonesia selama beberapa bulan terakhir mengalami trend sideways (indikator trend bursa saham di tabel Market Directions adalah Under Pressure).

Trend bursa di tabel Market Directions dsp lebih memilih untuk mengambil kesimpulan pada konfirmasi trend bursa dalam jangka menengah atau panjang, bukan fokus perubahan trend bursa secara harian.

Dengan adanya perubahan trend bursa pada tanggal 27 Januari tersebut, investor yang menggunakan data dsp sebagai bahan untuk mengambil keputusan investasi sudah disarankan untuk bersiap-siap masuk ke bursa saham dengan menggunakan strategi pembelian saham yang bertahap.

Tujuannya?

Strategi bertahap akan memperkecil resiko gagal beli saat Anda mengambil keputusan investasi.

Cukup banyak saham yang telah masuk harga beli (New Buying Price Table) sejak konfirmasi trend bursa saham 27 Januari tersebut dengan beberapa pilihan saham yang juga masuk dalam tabel Selected Board.

Tugas Anda & saya selanjutnya adalah memilih saham-saham tadi untuk dijadikan bagian dari portofolio masing-masing.

Bagaimana Caranya?

Sebagai saran, pilihlah saham berdasarkan strategi investasi teknikal & fundamental.

Untuk Anda ketahui, seluruh tabel dsp dianalisa 70% berdasarkan analisa teknikal dengan tujuan untuk mendapatkan probabilitas kesuksesan diatas 60%. Jika saham menunjukkan harga belinya & dari penilaian dsp hanya memiliki tingkat kesuksesan dibawah 60%, maka saham tersebut belum akan dimunculkan di tabel harga beli saham.

Dengan skenario ini maka masih ada tingkat kemungkinan gagal membeli saham sebanyak 40%.

Hal inilah yang melandasi mengapa saya menyarankan untuk membeli saham secara bertahap untuk meminimalkan resiko 40% tadi.

Caranya dengan membagi pembelian saham Anda dengan beberapa tahap, misalnya 5 tahap, yang masing-masing besarnya 20%.

Contoh.

Jika Anda ingin membeli saham senilai 100juta untuk saham yang telah mencapai harga beli, maka belilah saham tadi awalnya senilai 20% dari 100juta (20juta rupiah). Dengan metode ini, jika saham yang Anda beli gagal beli, maka resiko investasi Anda tidak menjadi sebesar jika Anda membeli saham dengan ‘full power’.

Disatu sisi jika saham yang Anda beli berjalan sesuai dengan ekspektasi Anda, maka Anda tinggal menambah pembelian saham tadi sesuai dengan tingkat kepercayaan diri Anda. Penambahan posisi secara bertahap pada akhirnya akan membuat posisi Anda menjadi 100%.

 

Untuk mengingatkan saja, tabel dsp didesign dengan tujuan investasi jangka menengah & panjang, bukan untuk trading harian. Jika Anda adalah investor yang fokus pada daily trading atau Anda sudah memiliki skenario sendiri dalam memilih saham, saya lebih menyarankan Anda untuk menggunakan tabel Advance-100, dimana bahan baku saham sudah disiapkan. Anda tinggal memilih kandidatnya & kemudian menganalisanya sesuai dengan teknik trading yang Anda miliki.

Bagi Anda yang memiliki ritme investasi jangka menengah & panjang, dapat memanfaatkan tabel-tabel dsp sebagai bahan membuat keputusan investasi. Mungkin layanan tabel data Premium atau Professional dapat menjadi bahan pertimbangan Anda.

Semoga bermanfaat.

Ngurah Alit @dsp

 

Bursa Saham Uptrend Berlanjut… Langkah Selanjutnya?
Tagged on: